Perkuat Kompetensi Guru, PGRI Kemenag Kabupaten Magelang Gelar Workshop Desain Pembelajaran Implementasi KBC dan PM di MAN 2 Magelang
OP
29 Agustus 2026 75 x Berita Madrasah
Magelang, 29 Agustus 2026 — Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran para guru, PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang menyelenggarakan Workshop Desain Pembelajaran Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Magelang tersebut diikuti oleh anggota PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang. Workshop dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Hj. Faizah Hanik, S.Ag., MA., Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang. Dalam pembukaan tersebut, disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai cinta, kebermaknaan, dan kepedulian dalam proses pendidikan.
Workshop menghadirkan Dr. Ameliasari Tauresia Kesuma, S.E., M.Pd., anggota Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Dengan pengalaman dan kompetensinya dalam pengembangan kurikulum madrasah, beliau memberikan penguatan kepada para peserta mengenai implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam dalam desain pembelajaran.
Materi workshop berfokus pada desain Pembelajaran Mendalam, mulai dari identifikasi peserta didik, analisis materi pelajaran, pemilihan dimensi profil lulusan, penyusunan capaian dan tujuan pembelajaran, hingga penentuan topik serta praktik pedagogis. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk memperhatikan aspek kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital.
Konsep Pembelajaran Mendalam dalam workshop ini menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang utuh melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Menariknya, semangat Kurikulum Berbasis Cinta turut menjadi ruh dalam kegiatan ini. Pembelajaran diarahkan agar peserta didik belajar dengan cinta, bukan semata-mata karena diperintah, tetapi karena tumbuh kesadaran, kepedulian, dan dorongan dari dalam dirinya.
Melalui workshop ini, para guru diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu menerjemahkan prinsip KBC dan Pembelajaran Mendalam ke dalam desain pembelajaran yang konkret, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Tahap akhir Pembelajaran Mendalam juga memberikan perhatian pada pemberian umpan balik yang konstruktif, penyimpulan pengalaman belajar, refleksi, serta keterlibatan peserta didik dalam merencanakan pembelajaran berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi peserta didik.(Zn)

